DOA YANG TIDAK TERKABUL
10 Jan 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in Artikel Islami Tag:biasakan berdoa, doa, doa pada allah, doa yang tak terkabul, sebab doa tak terkabul
Oleh: Rian Hidayat Abi El-Bantany
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan doamu…” (QS. Al-Mu’min [40]: 60).
Ketika hidup terasa sempit terhimpit masalah dan rasa sakit, tiada pintu penghambaan selain doa. Bila jiwa dihinggapi gelap pengap tanpa cahaya, tiada lentera terkuat selain doa. Ketika tantangan menghadang merintangi kehidupan, tiada pedang paling tajam selain doa. Doa adalah senjata umat Islam dan media komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya.
Doa adalah anjuran yang mulia dari Allah dan Rasul-Nya, oleh karena itu, kita dapati banyak sekali doa-doa dalam al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW, yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun terkadang ada doa-doa yang kita panjatkan, dipending atau sama sekali tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Apa yang membuat Allah enggan mengabulkan doa-doa kita?
Ada dua alasan mengapa doa tidak terkabu. Pertama, kita tidak memperhatikan etika ketika berdoa. Kedua, tingkah laku kita yang buruk. Ucapan Ibrahim bin Adham akan memperjelas hal ini, bahwa “hatimu telah mati oleh 10 perkara: Engkau mengenali Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya. Engkau membaca al-Qur’an, tetapi tidak mempraktikkan isinya. Engkau mengaku bermusuhan dengan iblis, tetapi mengikuti tuntunannya. Engkau mengaku cinta Rasulullah, tetapi meninggalkan ajarannya. Engkau mengaku senang surga, tetapi tidak berbuat menuju kepadanya. Engkau mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan dosa. Engkau mengakui kematian itu hak, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Engkau asyik meneliti keburukan-keburukan orang lain, tetapi melupakan aib-aib dirimu sendiri. Engkau makan rezeki Allah, tetapi tidak pernah bersyukur kepada-Nya. Dan engkau menguburkan orang-orang yang telah mati, tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.” Naudzubillah.
Dan mungkin pula, ketika kita berdoa dan ingat pada-Nya hanya pada saat kita terhimpit dan merasa susah, sedangkan pada saat gembira, kita lalai pada-Nya. Naudzubillah. Padahal Rasul SAW telah menjelaskan dalam Hadits Qudsinya:
“Allah SWT berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jermaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR. Abu Hurairah)
Sebagai seorang Muslim, alangkah indahnya jika kita mendawamkan berdoa dan selalu ingat pada-Nya. Karena doa adalah senjata kita. Banyak bukti kekuatan doa bisa mendatangkan keajaiban. Kekuatan doa bisa mempercepat datangnya rizki, melancarkan proses kelahiran, mempermudah segala usaha, menyembuhkan penyakit, dan mendatangkan berbagai keajaiban lainnya. Dengan syarat kita meyakininya, karena Allah SWT sesuai dengan persangkaan hamba-Nya.
Demikianlah. Semoga Allah SWT selalu membimbing setiap hamba yang berusaha dekat kepada-Nya, dan mengabulkan setiap doa yang terucap dari mulut dan hati kaum muslimin.
Wallahu A’lam.














Komentar Terakhir